Gajah Sumatera
Gajah Sumatra (Elephas maximus
sumatranus) adalah yang paling kecil dari ketiga subspesies dari Gajah
Asia, dan merupakan endemic untuk Pulau Sumatra. Sebelum terjadi
perusakan besar-besaran pada habitatnya, gajah secara luas tersebar di
seluruh Sumatra pada ekosistem yang beragam, Gajah Sumatra ditemukan
sampai hutan primer pada ketinggian di atas 1,750 m di Gunung Kerinci
Barat Sumatra (Freywyssling, 1933 dalam Satiapillai. 2007).
Habitat yang paling disukai adalah hutan dataran rendah, dari
berbagai ekosistem di daerah jelajahnya. Di masa lalu, ketika
habitatnya belum rusak, gajah mengadakan migrasi luas. Pergerakan ini
pada umumnya mengikuti aliran sungai. Gajah berpindah dari daerah gunung
ke dataran rendah pantai selama musim kering dan naik ke bukit satu
kali ketika hujan datang (Van Heurn, 1929; Pieters, 1938 dalam
Satiapillai. 2007).
Gajah sumatera mempunyai ciri
badan lebih gemuk dan lebar. Pada ujung belalai memiliki satu bibir.
Berbeda dengan Gajah Afrika, Gajah Sumatera memiliki 5 kuku pada kaki
depan dan 4 kuku di kaki belakang. Berat gajah sumatera dewasa mencapai
3.500-5000 kilogram, lebih kecil dari Gajah Afrika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar